Kedamaian dalam menerima kegagalan adalah kualitas dari pribadi yang memiliki banyak pilihan cara untuk mencapai keberhasilan-keberhasilan yang lebih besar
Arsip untuk Maret, 2008
Menerima kegagalan
Diposkan dalam Mario Teguh, Label keberhasilan, kedamaian, kegagalan, kualitas, Mario Teguh pada Maret 26, 2008 | Leave a Comment »
Meniru
Diposkan dalam Mario Teguh, Label Mario Teguh, meniru, original pada Maret 26, 2008 | Leave a Comment »
Anda tidak akan bisa menghindari keharusan untuk meniru. Maka menirulah, tetapi pastikan bahwa Anda sulit ditiru. Dengannya, Anda menjadi original
Penghubung masa lalu dan masa depan
Diposkan dalam Mario Teguh, Label bakat, cemerlang, Mario Teguh, masa depan, masa lalu, modal, nasib, pendidikan, upaya pada Maret 26, 2008 | Leave a Comment »
Bukan nasib, bakat, modal, atau pendidikan; tetapi upaya terus menerus yang menjadi penghubung antara masa lalu yang sulit dengan masa depan yang cemerlang.
Orang hebat
Diposkan dalam Mario Teguh, Label fanatik, kehebatan, Mario Teguh, nilai, pekerjaan pada Maret 26, 2008 | Leave a Comment »
Orang-orang hebat tidak mengagungkan kehebatan. Mereka fanatik sekali tentang nilai dari pekerjaan yang diperbaiki setahap demi setahap secara terus menerus setiap hari.
Hambatan
Diposkan dalam Mario Teguh, Label hambatan, Mario Teguh, penghalang, pijakan pada Maret 26, 2008 | Leave a Comment »
Hambatan adalah jalan menuju keberhasilan. Bagi yang berhenti, sebuah batu penghalang disebut hambatan. Bagi yang meneruskan, batu itu adalah batu pijakan untuk naik.
Ukuran perasaan
Diposkan dalam Syarif Niskala, Label keahlian, kebahagiaan, perasaan, Syarif Niskala pada Maret 26, 2008 | Leave a Comment »
Ukuran sebuah pribadi, sangat ditentukan oleh keahlian mengelola ukuran perasaannya.
Mengenali dengan tepat, kapan saatnya mengecilkan perasaan dan kapan saatnya membesarkan perasaan, adalah keahlian sejati untuk meraih kebahagiaan.
Khusyu
Diposkan dalam Syarif Niskala, Label khusyu, perasaan, shalat, Syarif Niskala pada Maret 26, 2008 | Leave a Comment »
Khusyu adalah kondisi perasaan, bukan kondisi terpenuhinya persyaratan-persyaratan.
Jika kita memiliki kemampuan untuk selalu mengecilkan perasaan kita dihadapan-Nya, maka tidak ada sebuah kesempatan shalat yang tidak khusyu.
Eksistensi kebenaran
Diposkan dalam Syarif Niskala, Label alamiah, kebathilan, kebenaran, keburukan, keyakinan, Syarif Niskala pada Maret 26, 2008 | 1 Komentar »
Eksistensi kebenaran sebagian besar dijamin oleh daya tahan keyakinan, karena alamiah sistem budaya manusia menuju ke keburukan (kebathilan).
Elemen terpenting
Diposkan dalam Tokoh Dunia, Label Fyodor Dostoyevsky, hati, ide, kebaikan, kepribadian, otak, progresif pada Maret 26, 2008 | Leave a Comment »
Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita–kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif.” Fyodor Dostoyevsky (1821-1881), Novelis Rusia
Mendengarkan
Diposkan dalam Ulama, Label belajar, Hasan Ali Thalib, mendengarkan, pembicara pada Maret 26, 2008 | Leave a Comment »
Belajarlah menjadi pendengar yang baik sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. (Hasan Ali Thalib)